F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Ambulans Siaga Untuk Tangani Covid-19

KOMPAK
SIAGA : Warga memastikan ambulans selalu steril dan bersih untuk digunakan warga.

SAYA kagum dengan apa yang dilakukan warga di RW 8 Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Mereka begitu kompak untuk memerangi pandemi Covid-19. Selain menyediakan ruangan isolasi, ada ambulans siaga yang membantu penanganan warga disaat kondisi genting.

Mobil itu terparkir di Jalan Luntas. Berada satu tempat dengan posko pemantauan Covid-19 yang dibentuk warga sejak pekan lalu. Memang mereka merupakan salah satu kampung yang didapuk sebagai Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo.

Itu program dari tiga pilar Surabaya yang sedang gencar untuk melibatkan warga sebagai garda yang ikut memerangi korona. Dalam kampung itu ada beberapa komponen penting. Yakni satgas Wani Sehat, Wani Sejahtera, Wani Ngandani dan Wani Jogo. Tiap satgas tentu memiliki peran penting sesuai dengan nama mereka masing-masing.

Mobil itu terparkir di Jalan Luntas. Berada satu tempat dengan posko pemantauan Covid-19 yang dibentuk warga sejak pekan lalu. Memang mereka merupakan salah satu kampung yang didapuk sebagai Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo.

Itu program dari tiga pilar Surabaya yang sedang gencar untuk melibatkan warga sebagai garda yang ikut memerangi korona. Dalam kampung itu ada beberapa komponen penting. Yakni satuan tugas (satgas) Wani Sehat, Wani Sejahtera, Wani Ngandani dan Wani Jogo. Tiap satgas tentu memiliki peran penting sesuai dengan nama mereka masing-masing.

Wani Sehat : Tugasnya mengontrol dan memastikan warga dalam keadaan sehat.
Wani Sejahtera : Garda depan dalam membantu pemenuhan kebutuhan warga yang sedang karantina atau terdampak pandemi Covid-19.
Wani Ngandani : Sosialisasi dan mengambil peran dalam menyadarkan masyarakat tentang Covid-19.
Wani Jogo : Memastikan keamanan baik untuk warga atau yang srdang di karantina.

Nah balik lagi ke ambulans. Mobil berkelir ungu itu disediakan untuk membantu warga. Misalnya saat ada warga sakit, maka armada ini yang maju. Membantu mengantar ke rumah sakit.

Lantas saat Covid-19 seperti ini fungsinya apa dong? Sama saja, untuk jaga-jaga kalau ada warga yang butuh rujukan. Mereka bisa lebih gerak cepat (gercep) semisal bantuan medis sedang on the way (OTW). Atau ada sedang ada masalah di jalan, nah ini fungsinya. Sederhana ya, tapi gunanya memang penting banget.

Ambulans itu dari siapa dong? Swadaya warga?
Bukan, mobil itu milik salah satu rumah singgah yang ada disana. Namanya rumah singgah Ruang Pasien. Pengelola lembaga sosial itu memang meminjamkannya ke warga. Selain untuk darurat, juga mendukung penanganan Covid-19 yang ada disana.

Letak RW 8 memang tidak jauh dari RSUD dr Soetomo Surabaya. Jalan kaki hanya lima menit. Strategis jika dijadikan rumah singgah. Selain Ruang Pasien, ada rumah singgah Pemkab Banyuwangi.

Saat ngobrol bareng Ketua RW 8 Imam Saichoni mengatakan mereka juga membuat ruang isolasi. Sederhana hanya mengubah pos satpam RW yang berukuran 2x3 meter jadi tempat istirahat sementara. Sambil menunggu petugas datang.

Tempat itu sudah pernah digunakan. Imam bercerita saat itu ada warganya yang sedang merenovasi bangunan. Nah ternyata ada yang mengeluh demam. “Kebetulan hari Jumat, usai sholat dicek lagi ternyata masih sakit,” katanya. Tidak mau terjadi apa-apa, pekerja bangunan itu diisolasi dulu sementara sambil menunggu tindakan lebih lanjut.

GOTONG ROYONG
MAKIN KOMPAK : Tim Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo yang siap siaga membantu warga.

Meski di wilayahnya belum ada sama sekali kejadian positif Covid-19, Imam tidak mau menganggapnya enteng. Berbagai persiapan dilakukan. Untuk menjamin warganya aman.

Mulai dari mendirikan pos pemantauan. Yang mana setiap orang yang hendak masuk kesana di cek. Suhunya sekaligus disemprot disinfektan untuk kendaraannya.

Memang menjalankan kebijakan ketat seperti itu tidak mulus-mulus saja. Ada juga pro dan kontranya. Ada warga yang protes karena selalu di cek. Ada yang dengan pengertian mengapresiasi langkah yang dilakukan warga.

Kalau sudah tidak sabar, mungkin sudah jadi keributan besar. Untung saja perangkat disana memiliki kesabaran ekstra. Hatinya dari baja. Meski di sia-sia, mereka tetap saja bersahaja. Menghargai pendapat warga yang berseberangan dengan mereka. Toh pada akhirnya mereka yang menentang itu turut merasakan hasilnya.

Partisipasi warga yang ada di sana begitu besar. Misalnya satgas Wani Sehat. Yang terlibat bukan warga biasa. RW 8 mengerahkan warga yang kompeten di bidangnya. “Ada warga yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, dokter dan perawat, kami libatkan dalam kegiatan ini,” katanya.

Tugasnya pun cukup kompleks. Misalnya membantu warga yang sedang sakit. Memastikan kondisinya bisa segera pulih. Lantas berkoordinasi dengan puskesmas atau kelurahan setempat.

Apa yang dicontohkan warga RW 8 memang bisa menjadi patokan bagi kampung lain. Bahwa kawasan perkotaan tidak seperti yang selama ini dipandang. Individualis atau acuh dengan lingkungan sekitar. Mereka masih bisa menciptakan harmoni. Gotong royong dan tanggung renteng dengan sesamanya. (Galih Adi Prasetyo)


Related Posts
Newer Oldest
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment