F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Pecel Punten Khas Blitar dan Tulungagung

Pecel punten varian makanan pecel yang beda dari yang lain
ISTIMEWA : Pecel Punten makanan khas yang bisa ditemui di Blitar dan Tulungagung.


Variasi makan pecel memang tidak ada habisnya. Tiap daerah punya ciri khas sendiri. Mulai dari ragam sayurnya hingga pengganti nasi.

Salah satunya pecel punten. Yang ini lebih eksis di daerah mataraman. Seperti Blitar dan Tulungagung.

Memang belum ada referensi pasti dari Blitar atau Tulungagung menu itu berasal. Hanya saja sangat mudah menemukannya di dua kota yang bertetangga itu. Saya sendiri belum pernah menemui Pecel Punten di luar daerah-daerah itu. Atau bisa jadi saya yang mainnya kurang jauh.

Pecel Punten khas Blitar
LEBIH BERASA : Pecel Punten memiliki rasa yang gurih dan enak. Karena punten dibuat dengan campuran santan kelapa.


Tidak berbeda jauh dengan pecel biasa. Perbedaannya hanya terdapat pada sumber karbohidrat yang dipakai. Bukan nasi atau lontong, melainkan punten.

Mungkin banyak yang belum akrab dengan punten. Bahan dasarnya dari nasi yang ditumbuk. Kemudian ditambah santan dan garam. Sekilas memang mirip jadah atau gemblong.

Berbeda dengan lontong yang diproses dengan waktu lama. Tanpa tambahan bumbu apapun. Pastinya rasa lontong lebih hambar.

Saat nasi baru mentas dari dandang, langsung masuk ke proses penggilingan. Tradisional ya, biasanya pakai alu dan lumpang. Atau ditumbuk pakai batang janur.

Kuliner unik
UNIK : Penyajian punten yang menggunung sangat berbeda dengan kuliner lain.


Sedikit demi sedikit diuleni dengan santan kental dan garam. Terus hingga halus. Namun tidak benar-benar lembut, tetap meninggalkan sedikit tekstur nasi yang kasar.

Tidak ada proses cetak. Dari wadah langsung dibanting ke nampan atau tampah. Blek, uap harum dan gurih. Bikin laper.

Tidak ada proses penyajian yang istimewa. Penjual memotong sekenanya. Kadang kotak, trapesium bahkan segitiga. Ah apa pun bentuknya yang penting rasanya. Punten lebih lemes dari jadah atau gemblong. Seperti makan dodol.

Punten ini tidak jauh berbeda dengan topokki sebenarnya. Hanya kalah di tekstur saja. Jika ditumbuk hingga lembut but pasti akan sama saja. Bahkan rasanya lebih kaya.

Tapi tentu saja kalau soal posting di medsos topokki lebih sip dong. Lebih kekinian. Kalau makan bisa menjiwai, pakai sumpit. Sekali-sekali bolehlah makan lontong pakai sumpit. Hehe.

Semoga saja nanti ada penjual punten yang kreatif. Bukan pakai bumbu pecel saja. Pakai bumbu merah khas Korea. Gochujang. (Galih Adi Prasetyo)

Harga : Rp 10.000
Jam Buka : 16.00-23.00
Lokasi : Jalan Raya Dandong Srengat, Blitar
Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment