F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Ini yang Bikin Nikmat Penyetan Nganjuk

Penyetan Cak Di Nganjuk
SEDERHANA : Menu penyetan Cak Di Nganjuk yang rasanya nikmat.


Tiba-tiba kangen Nganjuk. Ya orangnya, kulinernya, juga duriannya. Butuh obat rindu biar tidak terus-terusan kepikiran.

Penyetan Cak Di Nganjuk bisa menjadi obat rindu sementara. Meskipun saya belum yakin sampai sekarang. sambal Cak Di ini benar-benar sesuai dengan pakemnya orang Nganjuk atau bukan.

Selain Cak Di yang sudah sangat eksis. Ada satu lagi penyetan Nganjuk, lokasinya di Jalan Kenjeran. Gaya penyajian dan sambalnya pun sama. Barangkali memang benar, style penyetan Nganjuk ya seperti itu.

Tapi itu tidak penting. Poin utama yang ngulek tetap orang Nganjuk. Sudah bisa jadi tombo kangen.

Pertama kali kesini sekitar empat tahun lalu. Pas masih bujang. Belum seramai sekarang. Tidak butuh antri lama untuk makan, paling 10 menit se cobek sambal plus ikan sudah tersaji di meja.

Sekali mencoba eh keterusan. Sampai jaman pacaran hingga setelah menikah. Paling tidak sebulan sekali pasti mampir.

Kalau sekarang butuh perjuangan. Cari tempat duduk pun susah. Lebih nyaman bungkus. Toh rasanya tidak berubah.

Lele dan patin pasti jadi pilihan utama saya. Duo catfish ini benar-benar punya rasa yang gurih. Dagingnya lebih berlemak. Pas dipadukan dengan sambal apa pun.

Bicara soal sambal, milik Cak Di ini semi mateng. Sebab bahan yang digunakan tidak semuanya di masak. Tomat digoreng sampai nyunyut. Sementara cabai yang dipakai tanpa proses goreng atau rebus.

Hanya pakai bawang merah. Tapi seiring waktu Cak Di sudah meninggalkan bahan dapur itu. Memang pakai bawang merah atau tidak, rasa sambal tidak terpengaruh signifikan.

Sebab kunci rasa ada di terasi yang digunakan. Meski sama-sama berbahan dasar rebon, tiap daerah pasti punya kekhasan pada rasa terasinya.

Ini pula yang menjadikan terasi sebagai identitas khas penyetan. Plus pembeda satu penyetan dengan penyetan yang lain. Kalau punya Cak Di saya tidak tahu dari mana. Hanya Cak Di yang tahu.

Komposisi sambal hanya gula, garam, penyedap rasa, terasi dan tomat. Diulek sampai halus. Kemudian cabai yang masih hijau di ulek di akhir. Kebayang kan bagaimana sedap dan segarnya sambal ini.

Penyetan Cak Di Nganjuk
THE MASTER : Cak Di sedang menyiapkan ikan dan sambal di warungnya kawasan Jalan Dharmahusada.


Cabai hijau tidak akan menimbulkan bau langu saat dimakan mentah seperti itu. Berbeda dengan cabai merah yang baunya bisa mengganggu rasa yang lain. Tidak heran mayoritas pembeli pasti ingin balik lagi dan lagi ke sana.

Satu lagi yang sebenarnya bikin nikmat sambal ini nggak ketulungan. Semua pecinta sambal pasti sepakat. sambal korek kalau diguyur minyak panas pasti nikmat. Apalagi minyak itu bekas menggoreng ikan asin atau pindang. Pasti enak. NO DEBAT.

Begitu pula sambal Cak Di. Secara tidak langsung tomat yang digoreng dengan minyak bekas ikan akan memunculkan unsur kenikmatan yang berbeda. Minyak bekas menggoreng ikan memperkuat rasa gurih dan aroma sambal.

Kalau tidak percaya silakan dipraktekkan. Bikin sendiri sambal di rumah. Plus minyak bekas goreng ikan ya. (Galih Adi Prasetyo)

Harga : Rp 20.000-25.000
Jam Buka : 18.00-00.00
Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment