F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Segarnya Rujak Petis Khas Madura

Rujak petis madura
Rujak makin nikmat dengan bumbu menggunakan petis merah Madura dari sari ikan.

Sejak lima bulan lalu, haluan saya soal rujak berubah. Yang biasanya senang dengan bumbu kacang, namun kini jadi pilihan kedua. Lebih cocok dengan bumbu petis saja.

Rasanya lebih ringan. Juga lebih segar. Dibanding dengan bumbu kacang yang terkadang bisa membuat lidah jenuh kalau kebanyakan.

Rujak ini style-nya wilayah Madura. Bumbunya pakai petis merah. Yang rasanya cenderung lebih asin. Bahan dasarnya dari ikan. Bukan dari udang atau kerang.

Rasa petis ini benar-benar seperti kaldu ikan. Yang gurih dengan aroma khas ikan. Namun tenang saja, aromanya tidak terlalu amis. 

Warnanya pun lebih soft, kecoklatan. Bukan cokelat tua atau bahkan hitam. Seperti saat memakai petis udang.

Rujak petis merah Madura
Rujak dengan petis Madura cenderung lebih encer namun memiliki rasa yang gurih dan aroma yang unik.

Apalagi kalau rujaknya pedas. Bumbu yang manis asin dan melimpah. Berbaur dengan potongan buah yang segar. Membuat mulut basah walau membayangkannya saja. Bayangkan saja dulu. 

Rujak seperti ini sebenarnya ada di beberapa daerah di jalur pantura. Seperti di Tuban. Ada rujak Palang yang airnya menggunakan kaldu ikan. Atau di Bangkalan di kenal juga dengan rujak Khambang.

Keduanya menggunakan kaldu murni hasil rebusan atau bekas pindangan ikan. Belum sampai diolah menjadi menjadi pasta. Terkadang bau amis ikan masih tertinggal. Untungnya ketutup dengan aroma buah dan campuran lainnya.

Rujak petis merah Madura
Menggunakan bumbu yang sederhana. Cabai, sedikit garam dan gula lalu petis merah yang melimpah.

Tidak semua penjual rujak paham dengan gaya yang seperti ini. Yang jelas pastikan saja sebelum membeli. Bahwa penjualnya menyediakan petis asin.

Terkadang saat beli penjual harus diarahkan. Seperti apa pakem sederhana bumbu ini. Kecuali penjualnya berasal dari Madura, mudah menangkap apa yang kita inginkan.

Bahannya tidak rumit. Hanya cabai, garam, secuil gula merah dan petis ikan yang banyak. Tanpa air. Karena petis ini gampang meleleh saat sudah tercampur buah. Kalau punya stok petis ikan sendiri, bolehlah dicoba berkreasi di rumah.

Bicara soal petis ternyata banyak jenisnya. Mulai dari Cirebon, Semarang, hingga sepanjang pantura Jawa Timur. Rata-rata bisa mengolah sari hasil laut menjadi pasta siap konsumsi.

Daerah yang jauh dari pantai juga punya petis. Di Boyolali ada petis dari kaldu sapi. Hasil rebusan daging untuk abon dijadikan pasta. Rasanya nyapi banget.

Ada beberapa bahan dasar yang biasa digunakan untuk petis. Mulai dari rebon, udang, ikan, lorjuk, dan kerang. Dari beberapa bahan itu saya sudah mencicipinya.

Petis udang cocok untuk digunakan berbagai macam hal. Mulai dari gorengan hingga makanan berkuah seperti tahu campur atau bakmoy. Lalu petis kerang yang digunakan campuran lontong kupang.

Rasanya lebih legit karena ada tambahan gula aren atau gula pasir yang melimpah. Aromanya lebih tajam. Kalau yang asli biasanya lebih menusuk daripada terasi. Teksturnya seperti selai.

Namun tidak dengan petis ikan dan lorjuk. Mentok kedua petis asal Madura bisa digunakan untuk sambal. Dan rujak tentunya. Selain kedua jenis kuliner itu, belum pernah saya temui jenis lain. Aromanya juga lebih ringan. Tidak membuat hidung terganggu.

Untuk kedua petis ini teksturnya seperti gulali. Lebih padat dan molor. Persis seperti adonan permen gula.

Secara tidak sadar keseharian masakan juga sudah menggunakan petis. Namun dengan komposisi yang lebih diperkaya. Saus tiram kalau dilokalkan juga akan menjadi petis. 

Hanya saja kemasannya lebih modern. Rasa yang dihadirkan disesuaikan dengan kebutuhan. Ada saus tiram yang komposisinya dipadukan dengan udang dan jamur. Ada juga yang sudah diracik dengan gula sehingga rasanya enak untuk masakan sederhana.

Di Madura sendiri, turunan petis ikan sangat banyak. Petis ini bisa menjadi identitas dari mana mereka berasal. Contohnya petis Klampis yang berasal dari Bangkalan. Kemudian ada juga petis Sumenep.

Saya yakin, itu hanya sebagian saja petis yang ada di Jatim atau Madura. Mungkin perlu juga kali ya ada ekspedisi petis Jawa Timur. Minimal menginventarisir resep tradisional kekayaan bumbu nusantara. (Galih Adi Prasetyo)

Harga : Rp 10.000-20.000
Jam Buka : 08.00-15.00
Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment