F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Pedas Gila Nasi BT Bu Karmini

 

Nasi BT Bu Karmini Surabaya
Bu Karmini masih melayanai sendiri untuk menyajikan Nasi Bumbu Tongkol (BT) di warungnya di Jalan Petukangan.

Sudah lama ingin ke tempat ini. Dua kali datang kesiangan. Tidak kebagian, banyak lauk yang amblas.

Sabtu (9/1) mbelani berangkat pagi. Jam 08.00 sudah berangkat ke warung pinggiran yang ada di Jalan Petukangan itu. Persis di belakang Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya. Tebakan saya benar, kurang pagi. Antrinya sudah berjubel. Bakule gak ketok.

Nasi "Bumbu Tongkol (BT)" Bu Karmini ini memang luar biasa lezatnya. Walaupun menunya sangat sederhana. Hanya tongkol yang dibalut bumbu pedas.

Warungnya sederhana. Tidak ada istimewanya. Layaknya warungan pinggir jalan biasa. Tetapi jangan terburu menilai rendah. Justru yang begini ini menyimpan harta rasa dan aroma yang lezat.

Nasi BT Bu Karmini Surabaya
Suasana pagi di Nasi BT Bu Karmini yang selalu ramai.

Saking sederhananya pembeli harus mencari tempat sendiri. Sebab di warung itu hanya menampung sekitar lima orang saja. Tetapi dengan pembeli yang berjubel, mustahil rasanya bisa duduk di warung itu.

Kalau makan di tempat, harus kreatif. Mencari tempat yang posisinya wenak (pewe). Seadanya, bisa duduk di trotoar atau nunut di warung orang yang ada di sekitar tempat itu. Yang jelas makan nasi bumbu tongkol pedas ini sepadan dengan perjuangannya.

Bumbu tongkol ini rasanya pedas-asin. Tongkol yang sudah dipindang kemudian dimasak dalam bumbu penuh cabai. Dimasak dengan minyak yang banyak. Aroma cabai begitu kuat namun tidak langu atau sengak. Teknik mengolah Bu Karmini mampu menyeimbangkan dominan cabai dengan bahan lain seperti bawang merah dan putih.

Seporsi nasi akan diberi bumbu pedas dan tongkol. Bumbu merah ini bukan sebagai kondimen di menu itu. Justru menjadi sumber rasa utama. Hati-hati ya, karena tingkat kepedasannya yang tinggi.

Nasi BT Bu Karmini Surabaya
Bumbu Tongkol pedas yang menjadi menu utama dan andalan di Nasi BT Bu Karmini.

Makan Nasi BT Bu Karmini ini pelanggan dibuat kemringet. pedas cabai segar tanpa campuran merica. Maklum saja, sekali jualan 20 kilogram lebih cabai habis untuk diolah.

5-6 kompor tidak pernah berhenti memasak. Menggoreng ikan dan peyek, memasak bumbu, dan memasak nasi. Semua dilakukan di warung tersebut. Pembeli bisa bebas melihat cara mengolahnya. 

Kemudian peyek kacang yang renyah dan gurih melengkapi sajian sederhana itu. Nah jika masih kurang bisa menambah lauk yang lain. Ada berbagai jenis ikan seperti lele, mujair, bandeng, ayam, dan telur. 

Yang paling banyak diburu adalah cumi-cumi, rajungan, dan kepiting. Sama-sama istimewanya, lauk itu dimasak dalam bumbu pedas. Direbus hingga bumbu benar-benar meresap ke setiap bagian hewan cangkang keras itu.

Nasi BT Bu Karmini Surabaya
Kepiting pedas yang selalu menjadi buruan para pembeli.

Uniknya dalam memasak kepiting dan rajungan ini, selalu dicampur dengan tongkol. Tentu saja, aroma tongkol yang berbaur dengan kaldu kepiting dan rajungan menciptakan perpaduan yang terlampau lezat. Rasanya makin nendang.

Satu hal yang saya kagumi dari Bu Karmini. Yakni harga yang terlampau murah untuk masakan seenak itu. Juga konsistensi rasa yang tetap jaya meski sudah berdiri sejak tahun 1984. Meski banyak bermunculan kuliner yang menggoda, Nasi BT Bu Karmini tetap eksis.

Nasi BT Bu Karmini Surabaya
Bumbu yang meresap sampai ke dalam semakin menambah nikmat sajian satu ini.

Tidak mudah mempertahankan sajian sesimpel itu. Tidak mudah pula mengikat lidah agar jatuh cinta dengan sajian apa adanya itu. Kalau bukan rasa yang misterius dan serius, pelanggan loyal tidak akan pernah ada. (Galih Adi Prasetyo)

Harga : Rp 10.000-30.000
Jam Buka : 05.30-14.00 Lokasi : https://goo.gl/maps/v2uNDqnNzogxmFsB7


Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment