F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Perpaduan Budaya : Rujak Sayur Asin Khas Surabaya

Sayur Asin Surabaya
Rujak Sayur Asin Surabaya makanan tradisional khas yang terbuat dari sayur asin dan bumbu petis.

Rujak Sayur Asin Surabaya ini unik. Ada olahan Jawa dan Cina nya. Kombinasi yang memperkaya kuliner Suroboyoan.

Sayur asin atau kiam chai memang identik dengan olahan chinese food. Biasanya diolah dengan baikut menjadi sup. Juga sebagai pelengkap hidangan seperti bubur, mi kuah, dan acar. Atau di oseng saja dengan campuran tahu.

Biar lebih memasyarakat dan diterima lidah lokal, muncul paduan baru. Perkawinan dua arus budaya menghasilkan rujak sayur asin Surabaya. Dengan bumbu utama petis udang.

Ada yang menyebut rujak sayur asin Surabaya ini seperti kimchi. Memang proses pembuatan sayur ini melalui proses fermentasi. Kebanyakan yang digunakan adalah sawi pahit. Bisa divariasi dengan sawi putih dan pak coy.

Sayur itu lebih dulu dijemur sesaat agar layu dan mengurangi kadar air. Kemudian diremas dan taburi garam di sela sayur. Kemudian direndam dengan larutan garam. Cara kedua ada yang lebih dulu dicelup dalam air garam mendidih. Baru ditaburi dengan garam.

Pembedanya ada di air yang dipakai. Bisa menggunakan air kelapa atau bekas cucian beras. Lalu ditambahkan jahe agar aroma lebih wangi. Tidak perlu bahan dan bumbu melimpah seperti kimchi.

Minimal butuh waktu 3-5 hari agar hasilnya bagus dan terfermentasi sempurna. Ini waktu yang ideal, rasanya seimbang dan tidak over. Semakin lama akan memberikan level asam yang kian naik. Kemecer jika menyantapnya. Teksturnya akan makin layu dan lembut.

Penjual rujak sayur asin Surabaya masih gampang ditemukan. Ada yang keliling kampung. Juga menetap di tepian jalan.

Sayur Asin Surabaya
Sutopo penjual rujak sayur asin yang sudah menjajakan penganan tradisional ini selama 20 tahun.

Paling banyak ada di Jalan Diponegoro. Kurang lebih ada enam penjual yang membuka dagangan di sana. Dengan sepeda atau gerobak dorong.

Kemarin saya mencoba Rujak Sayur Asin 5+2. Brand yang pasti sudah akrab di telinga. Memang penjual yang memakai keber ini masih ada ikatan saudara satu dengan yang lain.

Saya berkesempatan menemui empunya. Jualannya ada di depan Apotek Kimia Farma. Namanya Sutopo yang sudah 20 tahun meramu rujak sayur asin ini.

Resepnya asli dari keluarga. Semua diolah sendiri. Sayur asin, acar mentimun, tahu, hingga petis. Kontrol rasa ada di lidah Sutopo.

Tidak ada cara khusus dalam penyajian ini. Gampang saja. Pertama pasta petis akan diulet dengan cabai yang dirajang, kecap, dan bawang putih goreng. Petisnya sudah diramu, lebih padat dan lengket. Ada campuran kacang tanah goreng utuh. 

Sayur Asin Surabaya
Petis udang dengan campuran kacang yang diaduk bersama bawang goreng memiliki rasa yang unik dan nikmat.

Kemudian dua buah bonggol sayur asin dipotong kecil. Lalu tahu dan potongan acar mentimun menjadi topping tambahan. Tidak lupa kerupuk bawang dengan rasa gurih sebagai pelengkap.

Yang saya suka dari rujak sayur asin 5+2 ini, rasa asin dan kecut sayur tidak berlebihan. Pernah mencoba di tempat lain, asamnya keterlaluan. Seperti mangga muda saja.

Petisnya yang istimewa, tidak ada bau langu. Bukan seperti petis gorengan yang campurannya awur-awuran. Aromanya sedap, udangnya terasa. Tidak kemanisan atau bikin eneg.

Apalagi paduan bawang goreng memberikan rasa gurih yang nendang. Aromanya lebih kaya, menggugah nafsu penikmatnya. Juga tekstur kacang goreng yang masih utuh itu. Krenyes-krenyes. Letupan rasa gurih dan garing memberikan kejutan di lidah. Sensasi rasa krunchy dari sayur yang beradu menghasilkan kenikmatan yang maksimal.

Sayur Asin Surabaya
Rasa khas dan unik dari dua budaya menciptakan rasa yang tidak lekang oleh waktu.

Bagi yang tidak suka makanan berbumbu, sedikit akan menimbulkan rasa jenuh di lidah. Namun tenang, acar mentimun bisa mengimbanginya. Rasa akan lebih netral. Apalagi kalau pedas. Nikmatnya erotis.

Makannya tanpa sendok saja, gunakan kerupuk sebagai penggantinya. Cara makan ini sekaligus menambah variasi rasa yang umami.

Nama 5+2 bagi Sutopo sarat makna. Jika dijumlah hasilnya 7. Dalam budaya Jawa dianggap sebagai angka keberuntungan, pitulungan. Menggambarkan hidup yang penuh pertolongan dari sang kuasa.

Kini dia sudah punya tiga cabang. Di deretan Jalan Diponegoro juga, dikelola menantu dan anaknya. Satu cabang lagi juga bakal dibuka, menantu lainnya baru saja kehilangan pekerjaan saat pandemi Covid-19. (Galih Adi Prasetyo)

Harga : Rp 13.000

Jam Buka : 12.00-17.00

Lokasi : https://goo.gl/maps/cGVSyzH6csW1Ng8n7

Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment