F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Favorit Suporter Persebaya : Lumpia Bonek

Lumpia Bonek Surabaya
Lumpia bonek salah satunya jajanan kaki lima yang melekat dengan masyarakat Surabaya dan tim sepakbola Persebaya.

Lumpia memang mengadaptasi jajanan dari Semarang. Namun bukan berarti di Surabaya tidak memiliki varian sendiri. Lumpia bonek salah satunya yang menjadi sebuah simbol jajanan kaki lima yang melekat dengan masyarakat Surabaya.

Julukan lumpia bonek ini konon muncul dari tribune penonton dan pendukung setia klub Persebaya. Sebab saat ada pertandingan penganan satu ini selalu tampil. Dijajakan ke para penonton dari tribun ke tribune. Momen ini pun menciptakan julukan khusus bagi lumpia itu yang dikenal luas hingga sekarang.

Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan lumpia itu kian meluas. Hingga sekarang di beberapa jalan protokol utama Surabaya penjualnya makin banyak. Khususnya di area sekitar kawasan stadion yang menjadi tempat tim itu berlaga, stadion Gelora 10 November.

Kini pusat jajanan kaki lima itu ada di Jalan Kusuma Bangsa. Di sana deretan gerobak menjajakan lumpia bonek. Uniknya urutan gerobak dorong mereka didasarkan pada usia kemunculannya. Semakin di ujung depan maka dialah yang lebih dulu ada di sana.

Banyak perbedaan lumpia bonek dengan lumpia lain. Mulai dari penampakan fisik. Lumpia bonek lebih panjang. Kurang lebih sekitar 20 centimeter. Dua kali lipat dibanding dengan lumpia biasa. Beberapa memberikan julukan lumpia lilin karena ukurannya yang lonjong itu.

Lumpia Bonek Surabaya
Lumpia bonek dengan ukuran dan isian yang melimpah memberikan sejuta rasa sekali gigit.

Kemudian dari isian yang digunakan juga unik. Yakni gabungan kecambah dan wortel. namun kecambah lebih dominan. 

Kulitnya krispi namun sedikit alot. Nah dari sini pula muncul mitos unik. Membawa pulang lumpia bonek tidak akan senikmat makan di lokasi. Sebab kulit akan menjadi keras dan sulit digigit. Kata orang Surabaya bilang “Isok gawe ngantem wong” atau bisa untuk melempar orang.

Namun mitos ini tidak sepenuhnya benar. Lumpia bonek yang biasa dijual di tribune penonton biasanya sudah dibuat sejak pagi. Kemudian dijajakan saat siang hari. Nah Karena waktu yang lama hingga dikonsumsi ini akhirnya kulit makin mengeras. Apalagi jika harus di bawa pulang.

Kini kondisinya berbeda, banyaknya penjual lumpia tidak akan membuat pembeli merasakan lumpia yang atos itu. Sebab sajian ini selalu fresh from the wok. Ya penganan yang dijual ini selalu ada hangat-hangat.

Tidak pernah sampai dingin. Jadi jelas tujuannya untuk menjaga kulit tetap crunchy saat disantap. Jangan dikira Anda akan melihat proses penggorengan di sana. Tidak akan Anda temukan.

Kawasan Jalan Kusuma Bangsa dekat dengan tempat tinggal dan pusat lumpia di daerah Ngaglik, kelurahan Tambaksari, Kecamatan Tambaksari. Proses penggorengan dan produksi dilakukan di tempat itu. Saat stok menipis, para penjual hanya perlu menelepon agar lumpia dikirim lagi.

Memang terlihat apa yang mereka jual ini bagaikan bisnis blue ocean. Namun setiap penjual sudah memiliki pasarnya masing-masing. Per hari rata-rata 500-1.000 biji lumpia ludes di jual. Belum lagi saat ada pertandingan, produksinya di tambah terus.

Lumpia Bonek Surabaya
Lumpia bonek menjadi jajanan pinggir jalan yang banyak dicari di Jalan Kusuma Bangsa.

Lumpia ini selalu dicari-cari saat pertandingan itu tiba. Teriakan dan semangat yang menggebu membuat suporter fanatik Persebaya perlu tenaga besar. Nah lumpia bonek ini obatnya. Harga murah dan rasa yang ngangenin selalu membikin perut kenyang.

Berbicara soal rasa, lumpia bonek ini benar-benar unik. Adonan kering yang membalut lumpia menjadi salah satu kuncinya, garing dan menyisakan sensasi gigitan yang tertinggal. Memang lumpia ini menurut saya lebih kopong. Tidak padat seperti lumpia kebanyakan.

Justru bagi saya memberikan pengalaman yang berbeda. Apalagi ditambah dengan taoco yang legit dan gurih. Kebiasaan kalau menyantap lumpia ini, sengaja menambahkan kondimen yang banyak ke tengah lumpia.

Filling ini memberikan sensasi yang pas dan enak. Satu gigitan rasanya lumer di mulut. Kemudian disambut pecah kulit lumpia yang garing dan krispi. Lalu sayur lumpia yang berbumbu dan basah. Semuanya ambyar di lidah.

Setiap lumpia memiliki rasa yang hampir sama. Pembeda utama ada di kondimen yang mereka ciptakan. Ada yang murni menggunakan taoco dan campuran gula merah. Saya lihat ada juga yang mencampurnya dengan saus sehingga warnanya lebih merah. Ada rasa asam tipis dari saus.

Favorit saya adalah lumpia yang ada paling depan di deretan lumpia bonek itu. Dekat dengan penjual es legen. Lumpia bonek ini taoco nya berwarna lebih coklat. Masih meninggalkan tekstur kacang kedelai taoco.

 Kedua ada sebelum Indomaret. Yang ini sausnya lebih gurih dan kaya rasa, juga lebih merah. Jangan lupa, sebagai finishing touch, selalu lengkapi dengan daun bawang dan cabai ya. (Galih Adi Prasetyo)

Harga : Rp 2.500
Jam Buka : 08.00-17.00
Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment