F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Kuliner Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Iri

Kuliner Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Iri
Sate Karak menjadi salah satu kuliner autentik yang perlu dicoba saat ke Surabaya

Menjelajah kuliner di Surabaya ini selalu memberikan kejutan. Salah satunya Sate Karak yang menjadi identitas bagi kawasan Surabaya Utara. Utamanya di kawasan wisata religi Ampel.

Sate karak memiliki keunikan karena tidak menggunakan nasi putih ataupun lontong. Tetapi menggunakan beras ketan hitam. Kemudian sate lebih dahulu di bacem dengan bumbu merah.

Bahannya juga menggunakan jeroan sapi seperti usus. Salah satu yang masih tersisa adalah Sate Karak Bu Iri. Resep dan rasanya autentik.

Lapaknya sederhana, hanya meja kecil yang berdiri di belakang pintu terali Jalan Nyamplungan IV. Kalau kesini mata harus awas, jangan sampai kebablasan karena tidak ada penanda khusus. Juga jangan sampai kesiangan karena bakal kehabisan.

Pertama datang, saya langsung disambut aroma khas sate. Bukan harum uap bumbu yang biasanya berbau manis. Asap sate ini lebih gurih dan harum.

Suara minyak mengecas menetes di atas bara batok kelapa. Seperti nada yang memancing perut keroncongan. Potongan usus yang dirangkai dalam tusuk bambu itu sukses membuat lidah dan mulut saya basah. Nikmat sejak dari prosesnya.

Kuliner Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Iri
Bu Iri dan putranya yang konsisten menjajakan sate karak sejak tahun 1990an di Jalan Nyamplungan IV.

Melihat penampakan sate ini begitu cantik. Bumbu merah yang terdiri dari cabai dan bawang putih meresap hingga ke sela. Baceman ini menjadi kunci sate karak memiliki tone rasa unik dibanding sate lain.

Usaha Nur Irianingsih ini pertama kali dirintis kakak kandungnya, Nur Surohya, sekitar tahun 1970. Saat itu Bu Iri hanya membantu saja. Menyiapkan bahan dan lainnya, tidak ikut menjual.

Sepeninggal kakaknya, Bu Iri kemudian yang meneruskan. Dia mulai jualan sekitar tahun 1990 dan bertahan sampai sekarang. Teknik dan cara pembuatan pun masih sama dengan mendiang kakaknya.

Tidak ada komposisi yang diubah. Sate Karak Bu Iri hanya menggunakan usus yang berlemak. Tidak ada tambahan daging dan lainnya. Resep dasar sate karak miliknya ya seperti itu. Karakteristiknya sudah paten. Menurutnya campuran daging akan mengubah kelezatan asli sate karak.

Baceman ini sudah dibuat sejak dari rumah. Sudah dalam keadaan matang, usus direbus saja sampai empuk. Kemudian di potong-potong. Tidak terlalu besar atau kecil, ukurannya pas di gigitan saja.

Kuliner Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Iri
Sate karak yang terdiri dari potongan usus dan sudah dibacem dengan bumbu merah siap untuk dibakar.

Lalu dilakukan perebusan kedua. Dengan air yang lebih sedikit. Kemudian didiamkan sejenak hingga dingin. Di tusuk dan di balur bumbu agar meresap.

Saat dijajakan, Bu Iri  tinggal membakarnya saja. Tidak butuh waktu lama, lima menit selesai. Selama proses itu tidak ada marinasi ulang dengan bumbu seperti sate Madura yang biasa saya temui.

Kunci agar tidak gosong hanya mengandalkan lemak usus yang mencair. Gurih alami sate karak sumbernya dari lelehan gajih ini. Minyak yang terbakar membalur rata ke semua sisi sate. 

Membantu membuang uap air yang terkandung di sana. Sehingga usus bisa lebih keset dan minim lemak saat matang. Inilah teknik utama untuk menghasilkan sate karak yang begitu harum dan membuai hidung. 

Setelah matang, sate akan disajikan di atas nasi ketan hitam. Kemudian parutan kelapa dan emput jagung (sambal bubuk dari jagung tumbuk) ditaburkan. Melengkapi spektrum rasa hidangan itu.

Gigitan pertama sate karak Bu Iri ini lumer di mulut. Lemak yang membalut usus langsung meleleh. Lumat tanpa gigitan dan rasa gurih mencuat.

Bumbu bacem dominan gurih dengan rasa pedas tipis menghilangkan rasa jenuh dari lemak tadi. Kemudian kenyal usus menciptakan sensasi makan yang unik. Tidak alot, namun tetap menyisakan gigitan.

Apalagi saat bumbu yang tersimpan di sela lubang usus menyembul. Tiada tandingan. Bumbu yang terpanggang menguapkan rasa berasap yang khas. Susah untuk berhenti menikmati satu tusuk saja.

Semakin lengkap dengan suapan ketan hitam. Teksturnya memang seperti nasi biasa. Namun lebih pero (nasi tidak lengket dengan yang lain seperti nasi goreng). Bersantan dengan gurih tipis dari parutan kelapa. Dipadu dengan emput jagung yang memberikan manis tipis.

Kolaborasi yang asyik dan menggiurkan. Apalagi makan dengan sandingan kepulan bau yang menguar saat sate itu dibakar. Bikin lupa tagihan kartu kredit.

Begitu juga suasana lokasi jualannya. Tidak ada tempat duduk khusus. Hanya di emperan pos kamling saja. Guyub, bisa bercengkerama dengan Bu Iri dan juga pembeli yang lain. Gayeng yang romantis ini nilai termahal yang tidak tercantum harganya di tempat Bu Iri.

Kuliner Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Iri
Proses pembakaran sate kara selalu memberikan aroma asap yang gurih dan harum.

Menikmati sate karak wajib hukumnya selagi panas. Jangan terlalu lama atau menunggu hingga dingin. Lemak akan mengeras lagi. Anda akan kehilangan sensasi langka saat menyantap makanan ini.

Untuk dibawa pulang, usahakan memesan dalam kondisi setengah matang saja. Jangan sampai gosong. Proses itu bisa diulangi saat di rumah. Cukup bakar sebentar di atas teflon atau bara api. Jangan terlalu lama, cukup 2-3 menit saja. Sambil terus di bolak balik.

Uniknya, Bu Irin tidak akan menyarankan pembelinya untuk memisah antara sate dan nasi. Bu Iri bilang "kurang lekoh" atau kurang mantap. Apa yang dikatakan Bu Irin ada benarnya. Biar lebih menyatu antar semua komponen sate itu.

Pesan saya, usahakan datang tepat waktu saat ke sini. Biasanya dalam waktu kurang dari 2 jam sudah ludes. Jualannya hanya hari minggu saja. Karena putranya yang biasa membantu sehari-hari kerja. Bu Iri tidak bisa berjualan sendiri.

Sate karak ini harus dirawat kelestariannya. Jangan sampai kuliner yang lahir di zaman baru merusak lidah dan menggerus cita rasa masa lalu. Bisa jadi, sate karak ini adalah fondasi awal munculnya penganan masa kini. (Galih Adi Prasetyo)

Harga : Rp 12.000 (Nasi + 3 tusuk sate karak), Rp 15.000 (Nasi + 5 tusuk sate karak)
Jam Buka : 07.00 - 09.00
 
Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment