F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Kuliner Yogyakarta : Mi Kakap Mahkota-Tiong San

Mi Kakap Restoran Mahkota-Tiong San
Kuliner Yogyakarta yang bisa dicoba saat pelesiran ke sana, Mi Kakap Restoran Mahkota-Tiong San.

Jauh berbeda dengan mi yang selama ini biasa saya temui. Saya dibuat kesengsem dengan rasa Mi Kakap Restoran Mahkota - Tiong San ini. Uniknya lagi, mi kakap bisa dinikmati dalam berbagai cara, mulai kering, rebus, hingga goreng.

Sebelum ke Yogyakarta saya sudah ancang-ancang. Mi ini harus saya coba. Penasaran dengan bahan dasarnya yang menggunakan campuran ikan kakap.

Akhirnya keinginan itu keturutan juga. Sekalian beli dalam bentuk keringan. Untuk diolah sendiri, membandingkan rasa antara buatan depot dengan olahan sendiri. 

Meskipun sudah tahu hasilnya, jelas buatan Restoran Mahkota jauh lebih enak dibanding saya. Namun bukan itu poinnya, saya ingin tahu rasa dan karakteristik asli mi ini.

Kemarin saya merebus separo mi itu. Maklum, ukurannya cukup besar. Diameternya 20 centimeter dengan ketebalan 5 centimeter.

Mi Kakap Restoran Mahkota-Tiong San
Mi Kakap memiliki cita rasa yang unik, perpaduan bahan ikan memberikan rasa baru menyantap mi.

Di kemasan sudah ada instruksinya. Cukup direbus lima menit saja. Saat air mendidih saya masukkan mie itu. Sambil diaduk dan rendam agar matangnya merata.

Sengaja tidak mengolahnya atau mencampur dengan bumbu apapun. Polosan saja. Aromanya harum. Sekilas mirip olahan ikan yang populer di masyarakat. Fish cake, scallop, atau tempura.

Saya coba teksturnya, kenyal dan lembut. Benar-benar bersih tidak ada tekstur tulang ikan atau adonan yang kasar sama sekali. Artinya pembuatan murni hanya campuran daging ikan.

Namun saat direbus rasa gurihnya sedikit berkurang. Utamanya di bagian luar. Entah cara merebusnya kurang tepat atau terlalu lama. Maklum hanya ilmu kira-kira saja.

Rasa gurih masih terasa di bagian tengah mi. Berbeda dengan masakan di Restoran Mahkota yang gurihnya tetap bertahan merata di seluruh bagian mi. Mungkin saya perlu mencoba dengan waktu yang lebih akurat saat memasaknya.

Tidak terasa merasakan mi polosan ini juga enak. Saya lahap memakannya. Kemudian saya coba pakai cocolan saus Finna. Yang untuk ayam goreng. Ternyata cocok juga.

Mi Kakap Restoran Mahkota-Tiong San
Tekstur yang kenyal dan lembut, juga cita rasa gurih yang menggoyang lidah menjadi keunggulan mi ini.

Pertama makan, saya berpikir mi kakap ini sama dengan tempura atau fish cake. Jajan frozen yang biasanya banyak dijual. Sangat mirip, berbeda dibentuk saja. Kemudian aromanya yang khas juga begitu, bau ikan namun tidak tajam. Soft dan wangi.

Versi kering dari mi ini juga enak. Seperti makan kerupuk ikan. Teksturnya agak keras dan garing. Gurih dan sedikit asin, tidak bikin seret di tenggorokan. Kalau pernah makan posot-posot (kerupuk ikan asal bawean) atau amplang. Nah rasanya mirip hanya sedikit lebih keras saja dan tidak berminyak.

Nah kebetulan saat membeli mi ini saya menyempatkan mencicipi masakan Restoran Mahkota-Tiong San. Waktu itu saya pesan mi kakap goreng seafood. Porsinya cukup jumbo, tetapi saya sanggup menghabiskannya sendiri.

Rasanya unik dan top. Gurihnya luar dalam. Baik dari bumbu atau pun dari mi itu sendiri, rasanya ngeblend.

Mi Kakap Restoran Mahkota-Tiong San
Cara lain menikmati mi kakap dalam kondisi kering yang memberikan sensasi gurih dan garing.

Manisnya tidak berlebihan. Masakan Chinese ini tidak bikin enek. Restoran mampu memberikan sajian yang seimbang untuk memperkuat cita rasa asli mi.

Saat makan ada bonus kondimen sambal yang diberikan. Saya kira itu cabai biasa yang dihaluskan. Ternyata bukan, sambal ini punya rasa asam, asin, dan manis. Mirip seperti saus untuk dimsum. Saya sangat merekomendasikan yang satu ini.

Mengulik sejarah mi kakap juga unik. Sudah ada sejak tahun 1937. Dulu nama tempat ini adalah Restoran Tiong San, kemudian berubah menjadi Restoran Mahkota. Meski sudah ganti, nama Tiong San tetap disematkan di sana. Agar pelanggan tidak salah paham.

Varian mi ikan juga bisa ditemukan di luar negeri. Seperti Hong Kong dan Taiwan. Mi berbahan dasar ikan biasanya dimasak dengan hot pot. Biasanya menggunakan bahan ikan yellow croaker. Di Indonesia dikenal dengan nama ikan gulamah atau gelama. Atau bisa juga dengan ikan makarel.

Meskipun berubah nama, mi kakap tidak mengalami perubahan banyak. Selain kemasan yang lebih modern dan rapi.

Pembuatannya masih manual. Tidak menggunakan bantuan mesin. Juga proses pemotongannya yang menggunakan pisau. Alhasil mi tidak bisa menghasilkan irisan tipis. Mi nya jadi besar dan tebal.

Saat itu saya tidak bisa mengintip dapurnya, apalagi masa pandemi kebersihan dan kontak dengan orang luar betul-betul dijaga. Sayang sekali, semoga ke depan bisa mengintip proses pembuatannya langsung. (Galih Adi Prasetyo)
Harga : Rp 60.000 (Matang), Rp 120.000-300.000 (kering)
Jam Buka : 08.00-15.00
Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment