F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Rasa Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Elis

Rasa Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Elis
Sate Karak Bu Elis disandingkan dengan kondimen bumbu kacang yang manis dan gurih untuk menambah cita rasanya.

Saya masih penasaran dengan rasa sate karak. Kuliner yang sudah sangat jarang penjualnya ini membuat saya ingin menjelajahi cita rasa yang lain. Salah satu yang saya coba adalah Sate Karak Bu Elis.

Lokasinya nyempil di Jalan Ampel Lonceng. Persis di seberang Hotel Grand Kalimas. Tidak sulit mencarinya, karena sudah ada banner besar bertuliskan Sate Karak Bu Elis.

Sate karak ini sudah masuk generasi ketiga. Sebelumnya kuliner itu dijajakan oleh buyut Bu Elis. Kemudian turun ke neneknya. Ibunda Bu Elis tidak sempat meneruskan karena sudah berpulang lebih dulu. Kemudian dilanjutkan pemilik nama asli Elistiawati itu 

Sudah 20 tahun berjalan, Sate Karak Bu Elis ini tidak pernah kehilangan peminatnya. Berbeda dengan Bu Iri yang berjualan saat pagi. Sate Karak Bu Elis menjadi kuliner malam untuk santap petang. Buka mulai pukul 16.00-23.00.

Rasa Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Elis
Usus dan daging lebih dulu di lumuri bumbu merah agar lebih meresap.

Sate Karak Bu Elis menggunakan beras ketan hitam sebagai karbohidrat utama. Namun dia juga menyediakan nasi putih. Jaga-jaga bila ada yang tidak suka ketan hitam.

Sama seperti sate karak yang lain, ada parutan kelapa dan emput jagung sebagai penguat rasa. Biar ketan hitam itu tidak hambar. Ada sentuhan rasa gurih dan manis.

Sate karak Bu Elis ini merupakan perpaduan antara jeroan dan daging. Pembeli bisa memilih. Mau jeroan saja atau kombinasi dengan daging sapi. 

Tusukan sate itu sudah dibalur dengan bumbu merah dari cabai dan bawang. Namun tidak tebal, balurannya tipis. Namun akan tetap memberikan cita rasa yang khas.

Sate itu kemudian di bakar di atas bara api yang menyala merah. Perlahan lemak beku berubah menjadi bening dan mengeluarkan minyak. Asapnya memenuhi gang. Tidak sopan, karena membuat siapa pun yang melintas ke arah warung Bu Elis itu.

Rasa Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Elis
Ketan hitam yang pulen merupakan ciri khas sate karak sebagai pengganti nasi atau lontong.

Saya perhatikan untuk menjaga agar tidak ada bagian yang terlalu gosong. Bu Elis membubuhkan minyak ke sate itu. Tidak banyak, tipis saja.

Tidak ada proses marinasi ulang yang dilakukan. Hanya saja sesaat sebelum matang, Elis menambahkan kecap manis ke atas sate yang sedang dibakar. Katanya agar sate itu memiliki karakter rasa yang sedikit manis.

Memang sate karak Bu Elis memiliki karakteristik yang berbeda pada tahap pembakaran dan finishing. Ada kondimen bumbu kacang yang disiapkan untuk hidangan itu.

Saat disajikan, bumbu itu akan disiramkan ke atas sate. Disajikan satu piring dengan nasi ketan hitam yang disantap.

Keberadaan bumbu ini memang sempat mengejutkan saya. Karena cara penyajiannya berbeda dengan Bu Iri. Serta pedagang lain yang pernah saya temukan di belakang Jembatan Merah Plaza. 

Gigitan pertama saat mencicipi sate ini akan terasa lebih gurih dan sedikit asin. Kemudian baluran bumbu cenderung lebih manis. Perpaduan bumbu dan sate karak ini memberikan rasa yang balanced satu sama lain

Rasa Autentik Surabaya : Sate Karak Bu Elis
Bu Elis sudah 20 tahun berjualan sate karak di kawasan Jalan Ampel Lonceng.

Kemudian tekstur nasi ketan hitam di sini lebih pulen dan lengket. Mirip ketan. Rasanya juga gurih. Kemudian emput jagung diimbangi rasa sedikit pedas.

Suapan bersama bumbu sate memberikan pengalaman menyantap makan malam yang penuh gairah. Bumbu sate yang krimi. Melengkapi rasa dari guruh daging dan jeroan yang telah dibumbui itu.

Makan di sini, suasananya mengajak kita bernostalgia. Deretan penjaja makanan berderet di tepi jalan. Mulai dari camilan seperti kebab. Hingga minuman seperti susu telur madu jahe (STMJ) dan susu rempah. Dengan perpaduan ramuan timur tengah.

Kuliner di kawasan ini benar-benar menunjukkan keragaman yang kompleks. Bukan cuma kuliner Surabaya saja. Warisan peranakan Arab juga banyak.

Depot yang menawarkan menu cukup lengkap di sini. Mulai dari yang asli resep paten dari sana. Hingga yang sudah membaur dengan lidah lokal. (Galih Adi Prasetyo)
Harga : Rp 13.000
Jam Buka : 16.00-22.00
Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment