F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Kuliner Tuban : Warung Mbak Narti (2)

Kuliner Tuban Warung Mbak Narti
Rajungan menjadi salah satu hasil laut Tuban yang sudah terkenal. Masakan andalan dari bahan ini adalah kari rajungan.

Tidak cukup rasanya mengulas Warung Mbak Narti dalam satu halaman tulisan saja. Banyak yang perlu dikenalkan juga ditularkan kenikmatannya. Jika perlu, ada satu bab khusus untuk mengulas tempat makan ini.

Kuliner Tuban memiliki satu andalan seafood yang sudah menjadi identitas daerah pesisir ini. RAJUNGAN. Yang datang dari luar kota wajib kenal. Juga mencicipnya.

Rajungan bisa dimasak dengan berbagai cara. Mulai asam manis atau goreng sekalipun. Rasanya tetap nikmat, karena memang bahan dasarnya sudah enak. Bahkan hanya direbus dengan garam, rasanya sungguh lezat.

Namun di Tuban, rajungan lebih familier dimasak dengan bumbu berkuah santan. Kami menyebutnya sebagai kare (kari). Tidak seperti masakan Aceh atau melayu yang menggunakan daun kari. Di tuban, kunci aroma ada pada sereh dan daun jeruk. Lalu dengan berbagai rempah seperti laos, jahe, kunyit, kencur, kemiri, ketumbar dan terasi.

Nah di Warung Mbak Narti ini salah satu yang menyajikan kuliner autentik rajungan. Sudah banyak dikenal orang. Dari masyarakat awam hingga tokoh terkenal. Banyak yang mengakui kelezatan racikan bumbunya.

Kare rajungan di tuban ada dua versi. Yang lemaknya tipis dan juga lemak tebal santan. Nah di Warung Mbak Narti ini adalah yang versi kedua. Santan kental dengan bumbu kuat yang lekoh.

Kuliner Tuban : Warung Mbak Narti
Lobster yang dimasak kari pun menghadirkan cita rasa nikmat yang istimewa.

Tidak cocok jika disantap tanpa dampingan nasi. Bisa nasi jagung atau nasi putih. Kalau di Tuban tentu nasi jagung yang menjadi andalannya. Ini sudah menjadi pasangan jodoh yang sulit tergantikan.

Satu porsi kare rajungan Mbak Narti terdiri dari dua rajungan. Gemuk-gemuk dan berdaging. Disajikan dalam piring kemudian diguyur kuah kare pedas nan kental itu. Finishing touch nya taburan bawang goreng yang kriuk dan melimpah.

Aroma jintan, serai, dan daun jeruk menguar kuat. Kaldu rajungan semakin kompleks dengan aroma kaldu rajungan itu. Aroma gurih mengalir melewati hidung. Sedap betul.

Rasa kuah kental pada kare rajungan ini jelas pedas. Disambar rasa gurih dan kaldu seafood yang begitu terasa. Ini yang menjadi khasnya. Rempah-rempah yang dimasak ngeblend dengan indahnya. Rasa seimbang yang dihadirkan sangat pas, tidak bikin enek.

Kuliner Tuban : Warung Mbak Narti
Kuah kental, pedas, dan kaya bumbu merupakan ciri khas masakan di Warung Mbak Narti.

Makan rajungan ini butuh ketelatenan. Dan juga kesabaran. Sebab dagingnya tidak semelimpah kepiting. Namun bukan itu alasan utama untuk mencintai rajungan. Justru ini adalah seni dan keseruan menyantap hewan bercapit itu.

Meskipun daging lebih sedikit, saya jamin akan lebih puas menikmatinya. Dagingnya manis dan gurih. Sangat lembut. Tidak akan rugi menghabiskan banyak waktu demi mencari-cari kelezatan di sela cangkang kaki dan tubuh rajungan.

Jika masih kurang puas dengan rajungan. Ada pilihan lobster dengan daging yang lebih tebal. Dibanding dengan resto, harga lobster di sini lebih murah. Tentu saja nikmatnya tidak kalah sama. Bahkan lebih.

Bumbu yang digunakan juga sama dengan rajungan. Bagi yang tidak telaten, lobster adalah pilihan tepat. Dagingnya gemol dan banyak. Teksturnya padat dan rasanya manis gurih.

Namun jangan sampai kesiangan saat berburu dua raja seafood itu. Sebab pelanggan yang sudah jatuh cinta terkadang kalap mata. Tidak sampai tengah hari, menu juara sudah ludes.

Bersantap ria di sini tidak lengkap rasanya tanpa ditemani minuman khas Tuban. Yakni legen. Air nira yang rasanya kecut manis. Sangat segar saat diminum dalam kondisi dingin. (Galih Adi Prasetyo)
Harga : Rajungan (Rp 100.000), Lobster (Rp 150.000)
Jam Buka : 09.00-14.00
Related Posts
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment