F0nhw1Im2cVa7GlhePYji7coHewOm0R3J52NdT2R

Tahu Lontong Puma Plaza Tuban

Tahu Lontong Puma Plaza Bu Yati di Tuban
Tahu Lontong Puma Plaza Bu Yati di Tuban yang sudah ada sejak lebih dari 40 tahun dan masuk generasi ke dua sekarang.

Tahu-Lontong-bumbu kacang. Hampir tiap kota memiliki kuliner yang mengandalkan perpaduan tiga unsur ini. Perbedaan hanya permainan komposisi bahan bumbu tambahan saja. Seperti kecap, petis, bawang merah, dan topping-nya.

Nah di kota kelahiran saya, Kabupaten Tuban, ada sajian yang patut dicoba saat ke sini. Namanya Tahu Lontong. Biasanya dijual saat malam dan pagi hari. Cocok untuk menu makan malam atau sarapan.

Rekomendasi dan yang sudah melegenda adalah Tahu Lontong Puma Plaza. Ya lokasinya ada di depan bekas bangunan sebuah plaza. Yang sekarang terkenal sebagai gedung angker, kosong puluhan tahun. Sebuah tempat perbelanjaan yang misuwur era 80an.

Bu Yati, penjualnya, sudah menjajakan penganan ini selama lebih dari 40 tahun. Sekarang dibantu anaknya. Bu Yati tidak full kaga warung. Dia masih bisa ditemui di lapaknya, maksimal sampai jam 21.00. Usia yang tidak lagi muda memaksanya membatasi aktivitas yang berat dan butuh banyak istirahat.

Tahu Lontong Puma Plaza Bu Yati di Tuban
Taburan daun bawang menambah nikmat sajian lontong dan tahu yang diguyur bumbu kacang ini.

Kunci utama tahu lontong Tuban bukan ada pada bumbu kacangnya, melainkan pada guyuran kecap melimpah yang dipakai. Saya katakan melimpah karena penjual menuangkannya dengan cara ngawur. Tidak cukup posisi botol yang miring 45 derajat, lebih afdal jika menuangkannya hampir 90 derajat.

Hitam pekat dan kental. Aroma kecap dominan manis dan gurih. Menyoal kecap di Tuban, tidak ada merek lain yang cocok selain Kecap Laron. Nggak laron nggak jodoh.

Dasar bumbu tahu lontong hanya berupa kacang sangrai, bawang putih, cabai, penyedap rasa, dan sedikit terasi. Tanpa petis. Diulek hingga semuanya menyatu. Ada penjual yang benar-benar halus melumat kacang, ada juga yang masih mempertahankan tekstur butiran kasar. Setiap pedagang memiliki ciri khas sendiri.

Bumbu ini kemudian diguyur ke atas irisan lontong, kecambah, dan tahu yang baru mentas dari wajan. Fresh from the wok. Asap tahu yang masih mengepul itu basah seketika dengan bumbu yang kental.

Kondimen terakhirnya kecap Laron yang tanpa ragu langsung di sok. Memberikan rona warna yang kontras dari bumbu kacang. Finishing touch-nya daun bawang cincang yang beraroma khas. Bau sengau dari daun bawang memberikan sensasi kejutan saat bumbu di aduk. Sehingga tidak membuat lidah jenuh.

Tahu Lontong Puma Plaza Bu Yati di Tuban
Suasana warung Tahu Lontong Puma Plaza yang masih sama sejak dulu.

Manis dan gurih kacang menutupi semua permukaan lidah saat pertama kali mencecapnya. Potongan tahu setengah matang yang masih berair seperti penetralnya. Dengan hint gurih di akhir.

Butiran kepala taoge turut memperkaya tekstur komponen yang hampir 90 persen lembut itu. Kletus-kletus. Pecah dan memberikan rasa yang spesial.

Makin lengkap, signature dish ini masih menggunakan daun jati sebagai alasnya. Ya, aroma itu muncul ketika tahu panas menyentuh permukaan daun. Memancing keluarnya kompleksitas rasa yang tiada henti memanjakan lidah.

Side dish-nya bisa dengan kerupuk atau gorengan yang selalu tersedia dalam keadaan hangat. Ada tempe goreng dan ote-ote. Cocok di cocol bersama bumbu tahu lontong. Sajian nan kaya rasa ini benar-benar memanjakan perut dan lidah. 

Sebagai perbandingan, tahu lontong juga ada di Blitar. Kombinasi pakemnya juga sama. Hanya kepekatan bumbunya lebih berbeda. Tidak sekental dan sekuat tahu lontong Tuban. Lebih encer, dengan rasa dominan tetap pada kecapnya.

Tahu Lontong Puma Plaza Bu Yati di Tuban
Tahu setengah matang di Tahu Lontong Puma Plaza Bu Yati menjadi ciri khas hidangan ini.

Bumbu kacang yang tipis itu tergantikan dengan taburan kacang utuh. Namun bagi saya rasa ini masih kurang nyaman. Tetap saya lebih cocok dengan tahu lontong Tuban.

Racikan bumbu menggunakan petis sebagai penguatnya. Meskipun jumlahnya tidak semelimpah tahu tek Gresik atau Surabaya. Aroma bawang juga tidak terlalu kuat, tersamarkan dengan kecap.

Selain kacang, ada satu hal lagi yang unik. Yakni kerupuk merah yang selalu menjadi pelengkap di piring. Kerupuk ini mirip seperti kerupuk goreng pasir, rasanya gurih dengan sentuhan aroma bawang. Lalu ada lagi taburan dari kelapa parut sangrai. Bukan serundeng ya, bentuknya lebih kasar, seperti parutan keju.

Ada tahu lontong seperti apa di daerahmu? (Galih Adi Prasetyo)
Skor : 8.5/10
Harga : Rp 10.000-15.000
Jam Buka : 17.00-01.00
Related Posts
Newest Older
Galih AdiPs
Senang berbagi cerita soal rasa. Menjelajah kekayaan aroma kuliner nusantara. Menorehkan kisah perjalanan yang istimewa dalam bait karya.

Related Posts

Post a Comment